Polres Sintang melalui Polsek jajaran bersama TNI, Manggala Agni, petugas pemadam kebakaran, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lima kecamatan di Kabupaten Sintang pada Jumat (2/10/2026).
Penanganan meliputi pengecekan lapangan, pemadaman api, pemantauan, serta pendinginan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Berdasarkan data dari lima Polsek jajaran, terdapat 11 lokasi kebakaran dengan total luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 10,8 hektare.
Di wilayah Kecamatan Kayan Hilir, personel Polsek menangani kebakaran di Desa Linggam Permai dengan luas sekitar 0,8 hektare dan Desa Sungai Ranap sekitar 1 hektare. Penanganan melibatkan enam personel Polsek di setiap lokasi bersama Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api. Petugas melakukan pemadaman, pemantauan, dan pendinginan.
Sementara itu, di Kecamatan Tempunak, penanganan dilakukan di Desa Merti Jaya dengan luas lahan terbakar sekitar 1 hektare serta Desa Riam Batu sekitar 0,5 hektare. Personel Polsek Tempunak bersama anggota Koramil Tempunak dan MPA melakukan pemadaman serta pemantauan. Berdasarkan laporan, api di kedua lokasi berhasil dipadamkan.
Di Kecamatan Kayan Hulu, kebakaran terjadi di Desa Landau Bara dan Desa Nanga Tebidah, dengan luas lahan terdampak masing-masing diperkirakan 1 hektare. Personel Polsek bersama petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala maupun meluas ke area sekitarnya.
Penanganan juga dilakukan Polsek Serawai di empat titik yang tersebar di Desa Temakung dan Desa Talian Sahabung. Di Desa Temakung, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 0,9 hektare dan 1 hektare. Sementara di Desa Talian Sahabung, masing-masing titik memiliki luas sekitar 1,1 hektare. Personel Polsek bersama TNI dan MPA melakukan pemadaman serta pemantauan lanjutan.
Adapun di Kecamatan Dedai, personel Polsek bersama masyarakat menangani kebakaran lahan di Desa Apin Baru dengan luas sekitar 0,4 hektare. Petugas melakukan pemadaman, berkoordinasi dengan pihak terkait, serta melaksanakan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Dalam penanganan di seluruh lokasi, personel memanfaatkan sepeda motor dan alat penyemprot untuk mendukung mobilitas serta proses pemadaman di lapangan. Sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran.
Polres Sintang terus mengintensifkan penanganan dan pemantauan Karhutla bersama instansi terkait. Masyarakat juga diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran hutan dan lahan di lingkungan sekitarnya.